Browsing articles from "June, 2008"
Jun 18, 2008

Aku lupa nama temen SMAku, hiks

Barusan iseng iseng nyari temen temen SMA di google, pengennya sih mo majang wajah wajah bloon para sohib sohib waktu SMA dulu, tapi sayang semua foto itu ada di laptop yang di gondol maling taon lalu.

Nah dodolnya aku, cuma 4 orang yang aku inget nama lengkapnya, duh duh duh. Sebenere amnesia ini udah aku alami sejak 2 taon terakhir, kenal wajah tak kenal nama, PARAH. Setiap pulang ke rumah, and ketemu ama temen temen lama, cuma sebagian kecil nama yang masih tersimpan di harddisk orak ini. hiks. terpaksa mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain, padahal dulu sering nongkrong bareng, malah ada yang sekelas selama 5 taon ( dari kelas 2 SMP ama 3 SMA ), tapi mboh lah, tiba tiba ada bad sector di hard disk otak, jadi sebagian data dak bisa di load ( walah, bahasa apa ini?? )

Sumprit deh, kangen jadinya aku makan bakso bareng, jalan jalan bareng sekelas, ngongkow2 bareng, asal gak mandi bareng aja, bukan mukhrim!!

Semoga bisa cepet pulang ( padahal jadwal buat pulang masih lama banget ), semoga hari pertama lebaran cepet dateng, soale insya allah aku bakal pulang tanggal segitu ( gak tau kapan lebaran soale, hahaha )

Jun 16, 2008

21 itu

21 ituKatanya umur 21 adalah batas sebuah masa yang dinamakan remaja dan dewasa. Jadi saat seseorang tlah menginjak umur 21 maka sebuah masa yang dinamakan kedewasaan akan datang menjemputnya. yahh… kinilah saatnya. tepat 21 tahun dari saat ini aku tlah dilahirkan kebumi, didengunkan adzan oleh ayah, lalu diberi ASI pertama oleh ibu. Sebuah awal dari kehidupan anak manusia yang masih akan terus berlanjut.

Dari dulu memang tak ada perayaan yang mewah dalam tradisi keluargaku, tak ada tradisi memberi ucapan selamat ulang tahun tepat tengah malam saat tanggal 16 juni mulai bergulir. Itulah yang diajarkan oleh kedua orang tuaku, sebuah kesederhanaan yang memiliki sejuta arti bagiku. Dulu saat masih kanak kanak, aku sempat bertanya dalam hati ” mengapa ulang tahunku tak pernah dirayakan? “, berkaca dari sekian banyak ulang ntahun teman teman yang setiap tahun kuhadiri, pesta potong kue, kecupan dari kedua orang tua, dan limpahan kado dari teman teman sebaya. Makin bertambah umur ini, aku makin mengerti mengapa kedua orang tuaku tak pernah merayakan ulang tahunku. Hanya sebuah syukuran kecil kecilan yang hanya dihadiri anggota keluargaku, makan bareng bersama keluarga. Yah.. itulah hari hari indah yang kulalui selama aku dirumah, dan hingga saat ini masih tetap berlangsung. malam sebelum tanggal ini, mama dan papa memberi ucapan selamat ulang tahun melalui telfon, memberi nasehat yang dari tahun ketahun itu itu saja, jadilah anak yang sholeh, sebuah do’a yang tulus dari orang tuaku.

Ya Allah, 1 tahun lagi berkurang usia hambamu ini. Kuharap setiap tindakanku selama ini bisa menjadi amal untukku nanti di akhir hayatku. Ya Allah, semoga dengan berkurangnya umur ini, kau jadikan aku anak yang sholeh, seorang anak yang tau akan balas budi dan bisa berbakti kepada orang tua. Semoga, semua yang telah kuperbuat tidak menjerumuskanku kejurang yang hina.

Ya allah, ya Rab. Kumohon disisa umur yang tak seberapa ini, kau jadikan aku umat yang bisa berguna bagi orang tua, agama, dan lingkunganku. Semoga sisa umurku ini, tak hanya menjadi sesuatu yang sia sia.

Ma, maaf, hingga saat umur anakmu ini telah mencapai angka 21 tapi masih banyak yang belum bisa kuberikan dan kuperbuat untukmu, maaf ma.

Jun 15, 2008

Tak tau kapan harus berhenti

Saat ini aku tak tahu kapan harus berhenti. Berhenti mendengar, berhenti berbicara, berhenti bergerak, berhenti berharap.

Pernah suatu kali kucoba, tapi serius, itu sesuatu hal yang sangat berat untuk dilakukan.

Kadang aku merasa bodoh, berharap sesuatu yang kurasa tak sanggup kuraih. Tapi bodohnya aku, aku terus berharap akan itu. Sebuah harapan kosong yang sia sia, juga bodoh.

Aku masih belum mau bangun dari dunia mimpi ini, tak tahu kapan akan terjaga, dan tak tahu kapan akan berhenti, entahlah.

Pages:«123456»

Foto di flickr

    Danau diatehDanau diatehAqillaSang calon bidadari surgaRasya AlbukhariRasya AlbukhariBunda dan RasyaRasya Al-BukhariPakaian dan kepalsuan