06.24

Demi waktu. Dua kata ini memiliki arti yang sangat dalam sejak umurku bertambah semingguan yang lalu. Seakan akan ribuan pertanyaan datang kedalam otak, merasuk dan meracuni otak hingga membuat aku lebih sering merenung akan hidup.
Demi waktu, apa yang telah kuberikan pada orang tua ?? Hadiah berupa foto bertoga masih belum bisa kuberikan hingga saat ini, walau sebuah kata mandiri telah kusandang. Rasanya selembar kertas pembungkus kacang itu terlalu berat untuk kuraih, tak tahu kenapa. Mungkin karna soul nya udah gak ada, mungkin karna udah sibuk mencari kata mapan, mungkin karna udah terlalu sering memikirkan bagaimana aku beberapa tahun lagi.
Demi waktu, apa yang telah kudapat dalam hidup ini ?? Semakin aku mengenal dunia, makin kecil rasanya diri dan ilmu ini. Semakin tertunduk kepala ini, merasa malu kepada sang Khaliq karna pernah merasa sombong dengan apa yang ada. Belajar untuk lebih bersyukur dengan apa yang ada. Karna hidup bukan hanya untuk dunia, akhirat adalah tujuan terakhir kita.
Demi waktu, apa yang telah kulakukan untuk hidup ?? Mimpi dan angan angan itu tergambar jelas didepan mata ini. Akan menjadi apa dan siapa telah tampak. Usaha dan do’a harus dilebihkan, sedeqah juga harus dipersering, ikhlas juga harus diasah, sabar harus lebih diperkuat.
Demi waktu, semoga tak lagi hilang kesempatanku untuk memanfaatkan waktu sebaik baiknya.
Alhamdulillah, Allah masih mengizinkan aku untuk menghirup nafas, menikmati hari, dan menikmati segala rezki yang Allah berikan untukku. Sebuah nikmat yang tiada terkira.
