Generasi Pengeluh
Sebuah kebiasaanku di social media semacam facebook atau twitter adalah ; menghapus teman teman yang saban hari status atau twitnya cuman keluhan. Keluhannya mulai dari yang berat berat ampe yang ringan ringan. Mulai dari terbelit hutang sekian juta, ampe ngeluh cuaca panaslah, air gak adalah, dan lain lain tetek bengek kehidupan yang jikalau tidak dikeluhkan maka hidup akan jauh lebih mudah dan gampang.
Dahulu aku pribadi yang juga acap mengeluh, tapi Alhamdulillah seiring waktu dan semakin sadar bahwa semua yang kita dapatkan detik ini adalah atas izin Allah azza wa jalla semata. Lalu apa yang harus kita keluhkan ?? Jikalau semua yang menimpa kita saat ini adalah pemberian Allah, dan yang pasti adalah yang terbaik untuk kita umatNya. Tapi inilah manusia, iman tak selalu kuat menanggung, syetanpun kadang terlalu gampang membisikkan, rasa syukur yang kadang tak terlintas sedikitpun di hati.
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.s. an-Nahl: 18).
Mari kita sama sama belajar untuk tetap bersyukur, tetap berfikiran positif disetiap keadaan (walaupun sedang sempit). Jangan jadi generasi pengeluh yang tak tau caranya bersyukur pada sang pemberi hidup. Nafas yang kita dapatkan setiap helaan ini adalah nikmat, syukuri itu. Hitung saja kesempurnaan tubuh yang kita punya, hitung satu persatu, maka tak kan sanggup mungkin kita mengeluh lagi karna sudah terlalu banyak nikmat ini. Wallahu’alam bishawab













Seseorang selalu merasakan yang namanya mengeluh,, apapun yang di dapat dan dilakukan selalu kurang sehingga mereka dengan seenaknya sendiri melontarkan keluh kesahnya.
Tetapi jikalau mereka semua dapat memandang ke bawah, sebenarnya masih banyak yang kurang dari kita, maka bukan lagi keluh kesah yang akan mereka keluhkan tetapi rasa syukur akan nikmat yang mereka dapat. Maka bersyukurlah!!!