Apr 9, 2011

Menanti pertanyaan terakhir

Would you dance if I asked you to dance?
Would you run and never look back?
Would you cry if you saw me crying?
And would you save my soul, tonight?

Would you tremble if I touched your lips?
Would you laugh? Oh please tell me this
Now would you die for the one you love?
Hold me in your arms, tonight

I can be your hero, baby
I can kiss away the pain
I will stand by you forever
You can take my breath away
Would you swear that you’ll always be mine?
Or would you lie? Would you run and hide?
Am I in too deep? Have I lost my mind?
I don’t care, you’re here, tonight

Suara lembut sabrina mendayu dayu ditelinga ini, menemani malamku kini. 3 hari ini sudah terlalu banyak pertanyaan yang kulontarkan padanya, kuakui aku orang yang ingin tahu segala hal, sedetail mungkin. Hingga mungkin rasanya kaupun bosan akan pertanyaanku yang tak pernah habis habisnya hahaha. Inilah aku, manusia yang tak berhenti bertanya, yang memiliki ribuan cabang pertanyaan disetiap pertanyaan.

Dan malam ini akupun bertanya hal yang sama padamu, maaf karna kecerewatan diri ini. Tapi inilah caraku meyakinkan diri ini lebih dan lebih lagi, hingga keyakinan ini menjadi absolut. Kuyakin kini dengan segenap hati apa yang kau rasa itu sama dengan yang kurasa. Alasannya ?? kita masing masing tahu apa alasannya, dan kita punya alasan yang berbeda walau hampir sama.

Kini, kan kujalani tanpa harus bertanya lagi padamu ; apa yang kau rasa, apakah kau bahagia, alasan perasaanmu dan segala embel embel pertanyaanku.

Ini bukan ngambek lhoo… Kurasa cukup pertanyaanku kali ini, dan kali ini aku hanya menunggu kapan pertanyaan terakhirku akan kulontarkan padamu hai pecinta coklat dan es krim.

Kini marilah kita nikmati saja masa masa ini, masa dimana rindu mulai bersemi, rasa dimana bahagia kadang meletup dengan sendirinya, dengan alasan yang hati kita sepakati bersama.

Trimakasih hai pecinta coklat dan es krim, kau jawab segala pertanyaan ini. Tunggulah, dan akupun akan menunggu saat itu. Dan tetaplah tersenyum hingga saat itu tiba :)

Leave a comment

 

Foto di flickr

    Danau diatehDanau diatehAqillaSang calon bidadari surgaRasya AlbukhariRasya AlbukhariBunda dan RasyaRasya Al-BukhariPakaian dan kepalsuan