2009
09.22

Lebaran berdua

Lebaran berdua

Lebaran kali ini rasanya emang beda. Suasana, orang orang yang ditemui, makanan, hampir segala hal berbeda rasanya.

Lebaran kali ini cuma ada mas ku doank, kami memutuskan untuk lebaran berdua di jogja. ini dikarenakan 3 minggu lagi dia akan menikah, dan dia harus mempersiapkan segala sesuatunya. Ditambah dalam waktu dekat ada job desk yang emang kudu dikerjakan. Tak ada sungkeman, tak ada kue lebaran mama, tak ada gulai ijau, tak ada riuh saat berkumpul dengan keluarga, tak ada angpau yang terselip disaku dari kakek nenekku. Segala hal terasa berbeda.

Tapi, semua ini harus disyukuri. Dibalik semua ini pasti ada hikmahnya. Paling tidak aku bisa beryukur bahwa aku masih bisa meminta maaf pada orang tua, masih memiliki keluarga yang Alhamdulillah lengkap. Masih juga memiliki keluarga di jogja : teman teman seperjuangan yang sudah seperti keluarga sendiri. Ahh Rabb, dibalik semua cobaan dan ujianMu aku percaya ada kebaikan disana. Alhamdulillahirabbil’alamin…

2009
09.19

Sahur terakhir di Ramadhan tahun ini

Tak terasa, hari ini terakhir kali sahur di ramadhan tahun ini. Sedih rasanya jika mengingat kita akan meninggalkan bulan suci yang penuh rahmat ini. Bahagia juga karna 1 syawal tlah tiba esok pagi, hari kemenangan bagi yang menjalankan ibadah ramadhan.

Untuk pertama kali dalam hidupku aku merayakan lebaran jauh dari orang tua, jauh dari keluarga, jauh dari sanak famili. Hanya mas ku yang ada di jogja. Beberapa malam terakhir seakan akan bayangan kejadian “nyungkem” bersileweran di kepala ini. Kangen jadinya.

Rindu rasanya ingin bersimpuh dipangkuan mama, meminta maaf sebesar besarnya karna kesalahan selama setahun ini. Kangen rasanya bisa melihat tawa keluarga besar yang bahagia karna mendapatkan kemenangan. Kangen rasanya berkumpul dengan teman teman sepermainan. Kangen rasanya bersilaturahim ke rumah elvi. Bertemu dengannya, menghabiskan waktu untuk menikmati lebaran. Kangen….

Buat temen temen yang juga mudik, selamat jalan kawan. Hati hati di jalan, titip salamku untuk keluarga. Maaf lahir bathin, semoga kita termasuk orang orang yang berhak atas “kemenangan” ini. Dan semoga kita bisa bertemu lagi dengan ramadhan tahun depan.

2009
09.04

Satu catatan titipannya

Satu catatan titipannya

Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku?
Dulu kalau aku tak di situ, kini di mana aku?
Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku?
Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku?

Tak tahu kelak ataupun dulu
Cuma tahu kini aku begini
Cuma tahu kini aku di sini
Dan kini aku melihatmu

Konon ketika seseorang dalam keadaan hidup dan mati, ia akan bisa melihat potongan-potongan kejadian dalam hidupnya, seperti menonton film yang tidak jelas alur ceritanya. Benarkah begitu?
Oh ya, ia sedang mengalaminya.Ketika tubuhnya terlempar ke sana-sini, pandangannya mendadak gelap, namun anehnya ia kemudian bisa melihat wajah seseorang dengan jelas. Ia juga bisa mendengar suaranya.
Betapa ia sangat merindukannya sekarang, ingin bertemu dengannya, ingin berbicara dengannya. Ada yang harus ia katakan pada orang itu. Ia harus memberitahunya ia rindu.

Hanya sekali saja…
Kalau boleh, ia ingin mengatakannya sekali saja…
Kalau boleh ia ingin melihatnya sekali saja…
Tapi tidak bisa…
Suaranya tidak bisa keluar…
Ia tidak punya suara untuk bicara…

Prolog ini ditulis oleh Ilana Tan dalam karyanya “Summer in Seoul”.

Sebuah file notepad terselip di hard disk externalku, hampir saja kudelete jika saja file itu gak bernama “Baca dech syg!!!!”. Jadi teringat kejadian beberapa bulan yang lalu, saat mata ini gelap, saat dunia tiba tiba menjadi kelam, dan kuterbangun karna dia memanggil namaku beberapa kali. Kali pertama jantungku gak bisa diajak kompromi karna menahan beban.

Tahukah kamu sayang, kurindu senyum itu sesering aku merindu akan candunya nikotin. Kurindu wangi parfum itu serinduku pada malam. Kurindu dirimu sesering helaan nafas beratku. Aku pernah masuk ke bagian yang dikatakan prolog itu, aku tau rasanya kehilanganmu, aku tau rasanya. Kini kan kugenggam erat tanganmu, tak kan kulepaskan lagi, kita jalani jalan yang Allah berikan sekarang, apapun rintangannya, apapun halangannya, kan kita lalui ini bersama, dan insya allah selamanya.