2009
09.04

Satu catatan titipannya

Satu catatan titipannya

Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku?
Dulu kalau aku tak di situ, kini di mana aku?
Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku?
Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku?

Tak tahu kelak ataupun dulu
Cuma tahu kini aku begini
Cuma tahu kini aku di sini
Dan kini aku melihatmu

Konon ketika seseorang dalam keadaan hidup dan mati, ia akan bisa melihat potongan-potongan kejadian dalam hidupnya, seperti menonton film yang tidak jelas alur ceritanya. Benarkah begitu?
Oh ya, ia sedang mengalaminya.Ketika tubuhnya terlempar ke sana-sini, pandangannya mendadak gelap, namun anehnya ia kemudian bisa melihat wajah seseorang dengan jelas. Ia juga bisa mendengar suaranya.
Betapa ia sangat merindukannya sekarang, ingin bertemu dengannya, ingin berbicara dengannya. Ada yang harus ia katakan pada orang itu. Ia harus memberitahunya ia rindu.

Hanya sekali saja…
Kalau boleh, ia ingin mengatakannya sekali saja…
Kalau boleh ia ingin melihatnya sekali saja…
Tapi tidak bisa…
Suaranya tidak bisa keluar…
Ia tidak punya suara untuk bicara…

Prolog ini ditulis oleh Ilana Tan dalam karyanya “Summer in Seoul”.

Sebuah file notepad terselip di hard disk externalku, hampir saja kudelete jika saja file itu gak bernama “Baca dech syg!!!!”. Jadi teringat kejadian beberapa bulan yang lalu, saat mata ini gelap, saat dunia tiba tiba menjadi kelam, dan kuterbangun karna dia memanggil namaku beberapa kali. Kali pertama jantungku gak bisa diajak kompromi karna menahan beban.

Tahukah kamu sayang, kurindu senyum itu sesering aku merindu akan candunya nikotin. Kurindu wangi parfum itu serinduku pada malam. Kurindu dirimu sesering helaan nafas beratku. Aku pernah masuk ke bagian yang dikatakan prolog itu, aku tau rasanya kehilanganmu, aku tau rasanya. Kini kan kugenggam erat tanganmu, tak kan kulepaskan lagi, kita jalani jalan yang Allah berikan sekarang, apapun rintangannya, apapun halangannya, kan kita lalui ini bersama, dan insya allah selamanya.

3 comments so far

Add Your Comment
  1. amin…
    Semoga kita diberi kesempatan untuk selalu bersama dan diberi kesabaran dalam menjalani semua rintangan yang ada. Baik dari kita berdua, maupun dari orang yang menyayangi kita dan orang disekeliling kita.

  2. Aku boleh ikut komen tidak? Kalau boleh, ingin ikut mengatakan amiin.

  3. @mbah dewo : boleh om. amin juga. makasih om :)